RSS

Sejarah Suku Tana Toraja yang Unik


Sejarah Orang Toraja. Siapa yang tidak tau suku toraja yang melegenda,. dimana 'hanya' disanalah orang mati konon katanya dapat berjalan sendiri menuju Tempat Peristirahatannya,. dan setelah browsing2 ternyata ekh ternyata Suku Orang Toraja memiliki sejarah hampir serumpun dengan Sulawesi Utara,. bagaimana tidak!! karena menurut catatan sejarah bahwa Suku Orang Toraja berasal dari Indochina,. dimana mereka datang berlayar dari Indochina lewat sungai mekong dengan perahu kayu yang besar2 melewati kamboja, vietnam hingga kepulawan Filipina, hingga tiba di Sulawesi,.
   Setelah tiba di Makassar mereka suku Proto Malayan yang biasa tinggal di pegunungan kemudian melanjutkan pencarian tempat bermukim ribuan taon lalau itu lewat Sungai Karama di Sulawesi Tengah dan Sungai Sa' di Sulsel,. Melalui sungai Sa’dan, mereka berlayar sampai di sebuah kampung yang diberi nama Endekan yang dalam bahasa lokal sana dapat berarti “Kami naik”. Dalam perjalanan menuju ke pegunungan, mereka tiba di suatu kampung yang mereka namakan “Padang Dirura” di mana tempat itu sekarang termasuk kecamatan Alla’ kabupaten Enrekang. Mereka membuat tempat itu sebagai pemukiman dan melalui musyawarah , diangkatlah Puang Tangdilino dengan Puang Buean Manik isterinya sebagai Kepala Pemukiman

Beberapa lama setelahnya Puang Tangdilino mendengar kabar bahwa sahabat2 dari Indochina lainnya  yang berlayar lewat sungai Karama di Sulawesi Tengah sudah tiba di kampung Kalambe’ dimana sekarang disebut Rantepao, barulah Puang Tangdilino dengan Puang Buean Manik isterinya melanjutkan surveynya ke Tana Toraja dan tibalah di suatu pemukiman yang disebut “Tallung Penannian” (palipu’, Tengan dan Marinding) yang artinya 3 kelompok penduduk yang hidup sehati, sejiwa dan sepikir.
 
Puang Tangdilino suami-isteri tertarik dengan kesatuan “Tallung Penanian” sehingga mereka mengadakan musyawarah yang dihadiri oleh ketua rombongan dari Kalambe’, Tallung Penanian maupun penduduk Padang Dirura untuk membuat beberapa aturan dan mengangkat beberapa pemangku adat dan mulai saat itu setiap ada acara apapun bentuknya dalam lingkungan mereka harus melalui musyawah pemangku adat dari masing-masing anak suku Toraja.

Sebagai Info tambahan bahwa Orang Suku Tana Toraja ternyata memiliki Sub-Suku2,. diantaranya:

  1. Toraja Bare’e
  2. Toraja Tokea
  3. Toraja Rongkong
  4. Toraja Kolonedale
  5. Toraja Seko
  6. Toraja Galumpang
  7. Toraja Mamasa
  8. Toraja Duri
  9. Toraja Sa’dan
  10. Toraja Tae’
 
Toraja Tae’ dan Toraja Sa’dan lah yang selanjutnya mendiami kabupaten Tana Toraja sampai saat ini.
Puang Tagdilino dengan Puang Buean Manik, datang dari Enrekang pada malam hari membawa rangka bangunan rumahnya. Pada malam hari mereka beristirahat di sebuah desa pegunungan. Pagi hari berikutnya mereka melanjutkan perjalanan mereka ke Marinding. Karena mereka sudah terlalu letih, pintu mereka tertinggal di tempat mereka bermalam. Mereka tiba di Banua Puan dan Puang Tangdilino melihat tempat itu baik. Lalu Puang Tangdilino menyuruh pengikutnya mendirikan rumah dari kerangka bangunan yang dibawa. Setelah dipasang, pintu rumah tidak ada. Barulah mereka sadar bahwa pintu rumahnya tertinggal di tempat istirahat semalam. Puang Tangdilino lalu menyuruh pengikutnya kembali ke tempat bermalam untuk mengambil pintu rumah. Sesampai di tempat bermalam sebelumnya, ternyata pintu rumah yang dicari tidak ada karena sudah dipasang di rumah orang sana. Orang di sana menitip pesan kepada orang suruhan Puang Tangdilino bahwa pintu rumahnya Puang sudah dipasang di rumah orang di sana, apakah Puang tega mencopot kembali pintu yang sudah dipasang?. Lalu Puang Tangdilino berkata, kalau begitu tempat itu harus dinamai “Ba’ba-ba’ba” dan itulah yang dikenal sampai hari ini. Setelah rumah Puang Tangdilino selesai dibangun, maka tempat itu dinamai “Tongkonan Banua Puang” yang artinya rumah tempat kerajaan pertama di Toraja. Karena di Marinding tidak boleh ada gelar Puang, maka diganti namanya menjadi “Banua Puan” dan itulah yang dikenal sampai hari ini. Bertahun-tahun lamanya Puang Tangdilino dan Puang Buean Manik tinggal di Tongkonan Banua Puan dan di sanalah mereka melahirkan 9 orang anak. Dari mereka lah berkembang keturunan-keturunan Toraja hingga kini.
   ## Info Tambahan kalau Toraja berasal dari bahasa Bugis:
To yang berarti Orang
Riaja yang berarti Dari Utara,.
ini memang selaras dengan sejarah Toraja diatas,.
 akan tetapi ada pula yang berpendapat bahwa TO RIAJA berarti Orang Dari Barat. Begitu menurut pendapat dari Luwu pada permulaan Abad ke-19 ketika penjajah mulai merentangkan sayapnya ke daerah pedalaman Sulawesi Selatan. dan pada taon 1909 orang belanda menamai tempat dan suku ini sebagai Suku
  • Rumah Tongkonan:
rumah Tongkonan bagi suku Toraja bukan merupakan tempat tinggal saja. Melainkan tempat untuk menjalankan sisi kerohanian maupun mistik orang Toraja. Karena menurut kepercayaan mereka, Tongkonan pada jaman dulu ketika pertama kali dibangun, lokasinya berada di surga dan memakai tiang utama yang jumlahnya ada empat. Maka ketika berada di bumi, bangunan tersebut juga difungsikan untuk berkomunikasi dengan arwah leluhur mereka. Tongkonan dibangun dengan menggunakan kayu yang ditumpuk serta diberi hiasan ukiran yang mengambil warna dominan merah, kuning serta hitam.
Tongkonan sebenarnya berarti DUDUK,.
 

di Tana Toraja, ada tradisi yang masih dilestarikan oleh orang lokal , yaitu:
## Rambu Solok :Tradisi Kedukaan di Toraja,. dimana mereka memotong banyak binatang Kerbau, dan Babi,,. dimana tradisi ini sangat terkenal di seantero dunia dan banyak turis yang berdatangan ke Toraja,.
 #$ Rambu Tuka yang merupakan pesta kebahagiaan, biasanya diadakan untuk menyambut kelahiran seorang bayi, pesta pernikahan dan lain-lain,.

demikian postingan tentang sejarah suku tana toraja ,. semoga bermanfaat :D



1 Responses to "Sejarah Suku Tana Toraja yang Unik"
OUTBOUND DI MALANG said...

waah, ternyata sejarah suku toraja seperti itu ya gan?\
terimakasih ya gan atas infonya :)

http://www.nolimitadventure.com/


June 7, 2013 at 8:39 PM

Post a Comment

thanks so baca,. tertarik? kase komen dang,.

 
Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors