RSS

Sejarah Singkat Bolaang Mongondow


Sejarah Bolaang Mongondow- Bolaang Mongondow merupakan suatu wilayah dari Sulawesi Utara. daerah yang menurut sensus BPS terbaru memiliki penduduk 213.484 ini memiliki sejarah yang unik. tanpa panjang lebar berikut sejarah daerah Bolaang Mongondow:
Menurut Etimology atau asal - usul kata Bolaang Mongondow terdiri atas dua suku kata yaitu:

kata “bolaang” dan “mongondow”. 
   Bolaang atau golaang berarti : menjadi terang atau terbuka dan tidak gelap karena terlindung oleh pepohonan yang rimbun. Dalam hutan rimba, daun pohon rimbun, sehingga agak gelap. Biar ada bagian yang pohonnya agak renggang, sehingga seberkas sinar matahari dapat menembus kegelapan hutan, itulah yang dimaksud dengan no bolaang atau no golaang. Desa Bolaang terletak di tepi pantai utara Bolaang Mongondow yang pada abad 17 sampa akhir abad 19 menjadi tempat kedudukan istana raja. Bolaang dapat pula berasal dari kata “bolango” atau “balangon” yang berarti laut (sebagai contoh, Bolaang Uki dan Bolaang Itang yang juga terletak di tepi laut).
   Mongondow dari kata “momondow” yang berarti : berseru tanda kemenangan. Desa mongondow terletak sekitar 2 km selatan Kotamobagu. Daerah pedalaman biasa juga disebut : rata Mongondow. Dengan bersatunya seluruh kelompok masyarakat yang tersebar, baik yang yang berdiam di pesisir pantai, maupun yang berada di pedalaman Mongondow di bawah pemerintahan raja tadohe (Sadohe), maka daerah ini menjadi daerah Bolaang Mongondow. peristiwa ini ditandai dengan bersatunya seluruh kelompok masyarakat yang tersebar, baik yang yang berdiam di pesisir pantai maupun yang berada di pedalaman Mongondow di bawah pemerintahan Raja Tadohe, maka daerah ini dinamakan Bolaang
Mongondow.
   Sebenarnya Desa Bolaang memang terletak di tepi pantai utara yang pada abad 17 sampai akhir abad 19 yang pernah menjadi tempat berdirinya Istana Raja tempo loloe. 
    Penduduk asli Bolaang Mongondow berasal dari keturunan 
    - Gumalangit
    - Tendeduata 
    - Tumotoibokol 
    - Tumotoibokat
dulunya para dotu Bolaang Mongondow ini menetap di gunung Komasaan ( sekarang daerah Bintauna). yang dikemudian hari tepatnya pada abad ke 8 dan sembilan mereka menyebar ke timur di tudu in Lombagin, Buntalo, Pondoli', Ginolantungan sampai ke pedalaman Tudu in Passi, tudu in Lolayan, Tudu in Sia', tudu in Bumbungon, Mahag, Siniow dan lain-lain.  
Setiap kelompok keluarga dari satu keturunan dipimpin oleh seorang Bogani (laki-laki atau
perempuan) yang dipilih dari anggota kelompok dengan persyaratan : memiliki kemampuan fisik
(kuat), berani, bijaksana, cerdas, serta mempunyai tanggung jawab terhadap kesejahteraan kelompok
dan keselamatan dari gangguan musuh.
Mokodoludut adalah punu’ Molantud yang diangkat berdasarkan kesepakatan seluruh bogani.
Mokodoludut tercatat sebagai raja (datu yang pertama). 

Sejak dahulu masyarakat Bolaang Mongondow mengenal tiga macam cara kehidupan bergotong
royong yang masih terpelihara dan dilestarikan terus sampai sekarang ini, yaitu :
 Pogogutat
(potolu adi’), 
Tonggolipu’,
 Posad (mokidulu)
Tujuan kehidupan bergotong royong ini sama, namun
cara pelaksanaaannya agak berbeda.
    Penduduk pedalaman yang memerlukan garam atau hasil hutan, akan meninggalkan desanya
masuk hutan mencari damar atau ke pesisir pantai memasak garam (modapug) dan mencari ikan.
Dalam mencari rezeki itu, sering mereka tinggal agak lama di pesisir, maka disamping masak garam
mereka juga membuka kebun. Tanah yang mereka tempati itulah yang disebut Totabuan yang dapat
diartikan sebagai tempat mencari nafkah.
Bila ada tamu yang bertandang pada masa kerajaan, biasanya disuguhi sirih pinang, tamu pria
atau wanita terutama orang tua. Sirih pinang diletakkan dalam kabela' (dari kebiasaan ini diciptakan
tari kabela sebagai tari penjemput tamu). Tamu terhormat terutama pejabat di jemput dengan
upacara adat. Tarian Kabela sampai saat ini tetap lestari di bumi Totabuan.
beberapa tarian di daerah Bolaang Mongondow yaitu :
 Tari Tayo, Tari Joke', Tari Mosau, Tari Rongko atau Tari Ragai, Tari Tuitan; juga tarian
kreasi baru seperti Tari Kabela, Tari Kalibombang, Tari Pomamaan, Tari Monugal, Tari Mokoyut, Tari
Kikoyog dan Tari Mokosambe.

Demikian sejarah singkat Bolaang Mongondow secara singkat. informasi ini diambil dan diedit dari berbagai sumber.(wikipedia). semoga bermanfaat,. :)



6 Responses to "Sejarah Singkat Bolaang Mongondow"
Diki Wahyudi said...

Sbenarx nama dari kabupaten ini adalah ''Bolango Mongondow''
Karna paduan antara orng'' pAntai dan gunung

Kabupaten ini sbenarnya di sejahterakan oleh suku Bolango namun ketika peresmian Nama kabupaten ini ada yg merubah nama nama tsb. Sehingga adat istiadat yg ada BolMong ini menggunakan adat Mongondow dan Suku Bolango menjadi orng'' yg tersisih
dan apa yg saya tuliskan ini di katangan langsung oleh anak Dari Raja dari daerah yg sekarang kita sebut Kec. Sangtombolang yaitu anak dari Raja Yayu Banggai


September 11, 2013 at 11:29 AM
tommy damima said...

@diki,. terima kasih atas tambahannya,. tapi apakah perkataan dari Raja Yayu Banggai ini dapat dibuktikan dengan fakta sob? alx kalo hanya 'katanya' sich banyak orang pasti bisa. dan kalo boleh tau siapa nama raja Yayu Banggai tersebut?


September 13, 2013 at 5:25 PM
veckytombinawa@gmail.com said...

Sedikit tambahan tom.............jadi.fam-Fam(marga-marga) Mongondow yang notabennya adalah fam-fam Mododatu atau marga-marga para raja Bolaang Mongondow yang telah dibuktikan dengan berbagai data-data, literatur, kajian-kajian, dan daftar silsila keturunan raja-raja Bolaang Mongondow dari berbagai sumber adalah Fam-Fam sebagai berikut :

GUMALANGIT; GINSAPONDO atau Tumanurung; PONDADAT(ayah kandung dari Raja Ponamon) atau leluhurnya(kakeknya) Raja Paputungan, dll.; TAMBARIGI; GOLONGGOM; GINUPIT; YAYUBANGKAI; PONAMON; MAMONTO; PAPUTUNGAN; KOLOPITA; BUSISI; SIMBALA; DAMOKIONG; BAHANSUBU; LOBANSUBU; DOLOT; GINOGA; DATUELA; DAMOKIONG; DAMOPOLII putranya Yayubangkai; DAMOPOLII putranya Paputungan; DABIT; BANGKIANG; MAKALALAG; MAKALALO; MALASAI; MALAH; MOKOAGOW; LOMBAN; DUWATA’ atau DUATA’; BONDE; DAKOTEGELAN; KOINSING; MOKOAPA; MOKODOMPIT; KOBANDAHA; KUNSI’; PINUYUT; BANGOL(dari jalur keturunan Mamonto); MANGGOPA; PANGGULU; MAKALUNSENGE; MOKOTOLOI; POLO; PUDUL; MANOPPO atau MANOPO, beserta keturunan-keturunannya yang tidak dapat disebutkan satu persatu semuanya adalah keturunan RAJA LOLODA MOKOAGOW ATAU DATU BINANGKANG DAN SERING DISEBUT KI MOKOAGOW ATAU KI ABO’ MOKOAGOW,

dimana fam-fam tersebut secara geneologi menunjukan keturunan pewaris darah raja-raja Mongondow atau golongan Mododatu yaitu yang berhak menjadi raja Bolaang Mongondow berdasarkan garis keturunan secara “PATRILINEAL (Garis keturunan yang ditarik dari pihak ayah secara turun temurun)” dalam setiap pengangkatan Raja-Raja Bolaang Mongondow atau Para Datu Binangkang(Raja-Raja Loloda Mokoagow) berdasarkan hukum adat atau hukum tua(Lihat W. Dunnebier tahun 1984 halaman 21 baris ke-15 kata pertama sampai baris ke-16 kata ke-3) berbunyi :

“PENGANGKATAN RAJA SENANTIASA AKAN DIPILIH DARI PIHAK PRIA KETURUNAN RAJA-RAJA” yang mana kesemua fam-fam yang telah disebutkan di awal tulisan ini beserta keturunan-keturunannya berdasarkan Patrilineal adalah semuanya mewarisi DARAH MODODATU(darah keturunan para raja Bolaang Mongondow) karena kesemuanya adalah keturunan PARA PUNU’ MOLANTUD MOKODOLUDUT ATAU RAJA-RAJA LOLODA MOKOAGOW/ PARA DATU BINANGKANG SECARA PATRILINEAL{pihak-pihak yang berhak dirajakan atau pewaris tahta dan berhak memakai simbol-simbol raja seperti Golomang, kulintang(alat-alat musik tertentu) dan atribut-atribut Mododatu lainnya} dan lain-lain sebagai tanda atau atribut wajib yang digunakan oleh kaum raja atau keturunan Mododatu yaitu Golongan Raja yaitu garis keturunan secara patrilineal yang telah diwarisi dari Para Punu’ Molantud Mokodoludut, seperti Adat Pernikahan/Perkawinan, Pesta, dan pada Upacara Adat Kematian pada keluarga keturunan raja


December 5, 2014 at 6:56 PM
veckytombinawa@gmail.com said...

Jadi dik,,bukan yayu banggai,,akan tetapi YAYUBANGKAI,,,tulisannya Sambung,,,


December 5, 2014 at 7:02 PM
Ryan Djide said...

tidak ada yg btul..hanya karangan semua.....


February 15, 2016 at 11:06 AM
Ryan Djide said...

yang menulis cerita di atas bukan asli poetra bogani, karena hanya mengandai-ngandai,,,,bogani tidak pernah mengandai-ngandai dalam setiap tindakan


February 15, 2016 at 11:10 AM

Post a Comment

thanks so baca,. tertarik? kase komen dang,.

 
Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors